Rabu, 28 Januari 2015

Snack Minang “green” nan Menyehatkan


Komunitas penggemar makanan-sehat sering memandang “rendah” makanan atau snack ranah Minang. Menyebut beberapa contoh seperti; kripik pedas balado, gulai ikan, kerupuk kulit, kerupuk kulit ikan dsb merupakan makanan yang taka sing bagi penikmat kuliner. Umumnya aneka makanan tersebut dipenuhi santan atau campuran lain yang tidak menyehatkan namun lezat di lidah. Bila kita melahapnya, seketika tensi kelestoral dan gula darah naik. Kini, sekelompok anak muda membuat terobosan dengan menggagas makanan khas Minang menyehatkan dan ramah lingkungan. Berikut ini kisahnya….
Tanggal 20 – 24 Januari 2015 lalu, saya berada di Sumatera Barat. Saya pun resah dengan menu makanan yang tersedia di sana. Setiap siang dan malam hari, saya santap jenis makanan berlemak dan bersantan. Sedap nan nikmat. Namun setelah menyantapnya, terkadang penyesalan datang terlambat (ha…ha….). Badanku terasa ngga enak saat mau tidur di malam hari. Mungkin gula darahku mulai naik pelan-pelan. Meski saya belum melakukan “general check-up” atas tubuhku, namun kondisi kolesterol dan gula darah terus menjadi perhatianku setiap saat menyentuh makanan. Tidak hanya persoalan makanan besar, snack dan aneka makanan kecil lainnya yang sehat pun saya sulit mencari di ranah kelahiran M. Natsir dan Buya Hamka tersebut. Saya pusing mencari oleh-oleh makanan yang tidak biasa (maksudnya yang lebih menyehatkan dan tentu berharga murah….ha..ha…).