Sudah menjadi kebiasanku setiap Sabtu pagi, mengantar si bungsu,
Naila, ke kolam renang dekat rumah. Istriku juga terkadang mengatarnya ke kolam
renang, jika si kecil (adik Rayya) ikutan berenang. Namun telah dua Sabtu
istriku berhalangan. Ia kini mengalokasikan ekstra
timenya untuk menyelesaikan pekerjaanya yang tidak terselesaikan di hari
kerja.
Pukul 07.15, pagi, Sabtu, 27 September 2013, saya mengantar si
bungu ke kolam renang. Ia berlokasi 20 meter dari rumahku, dan masih satu
perumahan yang berlokasi di desa Bojong Kulur, kec. Gunung putri, kab. Bogor.
Setelah semua peralatan renang dikemas istriku, saya dan si bungsi berangkat ke
TKP (alias kolam renang) dengan motor. “Tumben,
belum ada petugas parkir yang meminta jatah, seperti biasa”, kataku dalam
hati, sesampai di sana. Saya langsung memarkir motor sekenanya di halaman.
Meski keamanan kolam renang belum stand by, suasana telah dipenuhi anak kecil (seumuran di bawah 7
tahun) bersama orang tua. Mereka menyemut di depan loket pembayaran kolam
renang. Biasanya, saat waktu baru menunjukan pukul 07.15 menit, suasana kolam
renang lenggang.
