Senin, 05 September 2016

Jejak Orang Rantai di Sawahlunto


Sejak 2015, saya sudah 3 kali berkunjung ke Sawahlunto. Namun sesering itu ke Sawalunto, saya belum pernah menginap di kota yang berlokasi di pegunungan Sumatera Barat. Biasanya, saya menginap di kota Padang. Tepat pukul 06.00 pagi, saya berangkat dari Padang menuju Sawahlunto, dan kembali jam 21.00 malam. Hasilnya, cepek bukan kepalang sekujur badan kala itu.

Kini dalam kunjungan 20 Mei 2016, saya menginap di kota yang terkenal dengan sebutan kota tua Indonesia. Agak lambat dari biasanya, pukul 07.00, saya berangkat dari kota Padang menuju Sawahlunto dengan mobil. Terik matahari memanas meski masih pagi. Tidak ada tanda-tanda turun hujan. Tiga jam setengah perjalanan kulampaui hingga akhirnya sampai di kota tersebut. Berbagai kegiatan (sebagai tugas pekerjaan) saya lalui dari pagi hingga jam 15.00, sore.

Minggu, 07 Agustus 2016

Lika liku Perjalanan ke Sao Paulo, Brasil



Parah. Kata yang pantas kuungkapkan di kepergianku kali ini.

Negara Brasil, Amerika Latin, kedengarannya mengasikan. Harusnya memang begitu. Apalagi ini merupakan kali pertama, aku mengijakkan kaki ke bumi pemain sepak bola tumbuh bagai jamur. Kekesalan hadir berulang kali saat menjelang kepergian ke Negri sang legenda bola, Pele ? Begini ceritanya…..

Selasa, 02 Agustus 2016

Pembiayaan Orang Miskin yang Peka Gender (artikel Opini)


Tepat tanggal 12 Juli, dunia international merayakan hari Koperasi. Komunitas International selalu mengapresiasi lembaga koperasi sebagai wadah manusia untuk meningkatkan kesejahteraannya secara “berjamaah” (bersama-sama). Banyak kalangan memuji prinsip baik koperasi. Tak hanya kalangan ekonom, agamawan pun mengapresiasinya. Di Islam, koperasi merupakan “syirkah/syarikah” yang menjadi wadah kemitraan, kerjasama, kekeluargaan, dan kebersamaan usaha yang sehat, baik dan halal. Di Kristen, surat edaran Juli 2009, Paus Benediktus memuji koperasi sebagai wadah yang cocok bagi pengembangan manusia. Menurutnya, kini saatnya mengubah dunia dengan kepemilikan perusahaan secara kolektif dan korporasi yang mutual. Di banyak Negara, koperasi mampu menyediakan 100 juta lapangan kerja dunia dan memasarkan 50 persen hasil pertanian global (Nining I Soesilo, 2016). Luar biasa……

Rabu, 27 Juli 2016

Menyusuri Pulau Kulambing


Tanggal 23 April 2016 lalu, saya pergi ke pulau Kulambing. Satu dari gugusan kepulauan kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, disingkat Pangkep, Sulawesi Selatan. Kala itu, mentri Desa Tertinggal membuka event “Peluncuran Sekolah Perempuan Pulau” di pulau Kulambing, yang diselenggarakan kelompok perempuan pulau, mitra kerja YKPM dan Institut Kapal Perempuan.

Pukul 07.00 pagi, saya berangkat ke sana bersama rombongan. Dari perbincangan selama perjalanan, kabupaten ini memiliki puluhan pulau. Beberapa pulau belum bernama. Untuk mengelilinginya, terkadang kepala daerah (Bupati) menggunakan pesawat guna menjangkau sebanyak mungkin wilayah. Jangan-jangan selama ia menjabat, tidak semua pulau terlampaui. Hadeh…….

Selama perjalanan, banyak “tantangan pembangunan” menuju pulau, yang berbeda dengan daratan yang kutemui. Pertama, saat perjalananku menuju pelabuhan. Jalan ke arah pelabuhan terlihat sempit. Mungkin karena ini pelabuhan tingkat kabupaten. Jalan hanya untuk dua kendaraan. Bila berpapasan dengan kendaran berlawan, maka kendaraan memperlambatnya. Beberapa titik berlubang. Infra struktur sepertinya belum menunjang. Sesampai di parkiran pelabuhan, puluhan orang berdiri di bibir pantai. Maklum, pejabat akan lewat….

Jumat, 15 Juli 2016

Menikmati Malam KL dan Berburu Tenun Pahang


4 November 2015, kotaJakarta belum terguyur hujan. Panas terik masih menghias udara pagi Ibu kota.Pukul 08.00 pagi, saya telah berada di bandara Soekarno-Hatta terminal 3,Cengkareng. Padahal sih, jadwal keberangkatanku tepat di jam 10.00. Ruteperjalanan hari itu adalah Jakarta - Kuala Lumpur (KL) dengan pesawat Air Asia.Sambil menunggu pesawat take-off,saya duduk di salah satu restoran sambil meminum teh hangat sembari memeriksabahan presentasi pada meeting jam 14.00 siang waktu KL. Hari itu sungguh beratrasanya. Menurut jadwal, setiba di KL, saya diminta untuk makan siang beberapamenit di bandara. Tanpa bak bik buk, saya langsung tancap gas menuju ke gedung Maybank, di Tower A, Dataran Maybank, 1 Jalan Maarof, 59000 KL, Malasyia, gunapresentasi project kerjasama.

Singkat cerita, alhamdulillah presentasiku  aman dan lancar. “Kini waktunya happy-happy”, pikirku begitu senja menjelang. Malam kini telah mengganti siang. Kerlap kerlip lampu gedung di centre KL memancar bak lampu tembak raksasa. Sayup-sayup saya melihat menara kembar “Petronas”, kebanggaan warga Malasyia, terlihat dari jauh. Malam itu, KL macet parah. Rintik hujan turun mengiringi kemacaten. Udara pun lembab menggoda warganya. Teman yang duduk di sebelah kursi mobil pengantar bilang, bahwa tidak biasa pusat KL macet seperti Jakarta di sore hari.