Pernah merasakan tenggelam di sungai? Mudah-mudahan
pembaca belum pernah. Namun bagi yang pernah, pasti akan bilang bahwa itu harus
sekali saja terjadi dalam hidup. Meski begitu, perasaan itu mengasyikan. Karena
air, sejatinya adalah sumber kehidupan. Pantaslah bila kita mesti bersahabat
dengannya. Inilah pengalaman pertamaku tenggelam di arus sungai.
Suasana Minggu pagi 1 Mei 2011, cerah dan segar. Setelah dua hari, energyku
terkuras di ruang meeting hotel Taman Sari, Sukabumi, kini saatnya berolahraga
air. Orang sering menyebutnya
“arung jeram”. Asli, ini pengalaman pertama saya berarung jeram. Padahal sudah kepingin dari dulu.
Tepat
pukul 08.30, saya bersama teman bertolak menuju sungai Cicatih, Sukabumi. Sang
penunjuk jalan (dari PT. SARANA RIAM JERAM) bersepeda motor berada di depan mobil rombongan kami. Hampir 20 menit waktu yang digunakan untuk sampai ke
selter pemberhentian pertama. Di situ para peserta arum jeram berkumpul. Begitu turun dari
mobil, pengelola mengkomando kami untuk naik ke atas lokasi yang berjarak beberapa meter dari tempat
parkir di sampng jalan besar. Sebelum petugas
mengecek nama peserta, kami dicegat deretan penjual sandal gunung. Mereka menawarkan
rp 50 ribu setiap sandal.
Guna menjaga keselamatan
kaki, saya membelinya. (Yah..itung-itung
kenang-kenangan, bahwa saya pernah berarum jeram di
Cicatih).
Kami diantar menggunakan angkot ke sungai start. Berbagai pepohonan tumbuh di samping kiri dan kanan sepanjang perjalanan menuju ke sana. Jalanannya sempit. Ia hanya cukup dua mobil dengan beralaskan tanah. Sehingga terkadang perjalanan kami bergoyang-goyang. Suasana kampung terasa sekali. Untungnya, saat itu suasana cerah, dengan diiringi angin semilir.


